Mengungkap Fakta: Apa Kartu E Money Bisa Kadaluarsa?
Redaksi
18 January 2026, 21:27 WIB
- Mitos atau Fakta: Apakah Kartu E-Money Bisa Kadaluarsa Secara Waktu?
- Kebijakan Masa Pakai dari Penerbit Utama Kartu
- Nasib Saldo E-Money: Apakah Saldo Bisa Hangus Jika Kartu Sudah Tua?
- Penyebab Utama Kartu E-Money 'Mati' (Bukan Kadaluarsa Waktu)
- Prosedur Penyelamatan Saldo Kartu E-Money yang Rusak
- Langkah 1: Cek Status Kerusakan
- Langkah 2: Kunjungi Kantor Cabang Bank Penerbit
- Langkah 3: Proses Verifikasi Saldo
- Langkah 4: Pemindahan Dana
- Perbedaan Esensial dengan E-Wallet (Dompet Digital)
Kekhawatiran tentang masa berlaku kartu elektronik atau e-money sering muncul, terutama bagi pengguna yang menyimpan kartu dalam waktu lama.
Apakah kartu E-Money Mandiri, Brizzi, atau Flazz benar-benar bisa kadaluarsa berdasarkan batas waktu?
Kapan ini terjadi? Berita mendalam ini akan mengupas tuntas fakta di balik masa pakai kartu e-money fisik.
Kita merujuk pada regulasi Bank Indonesia (BI) dan kebijakan resmi dari setiap bank penerbit kartu tersebut.
Mitos atau Fakta: Apakah Kartu E-Money Bisa Kadaluarsa Secara Waktu?
Jawabannya kompleks. Secara umum, kartu e-money fisik yang beredar di Indonesia tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang tertera seperti kartu debit atau kredit.
Bank Indonesia (BI) menetapkan bahwa dana di dalam kartu adalah uang elektronik berbasis nilai yang dijamin keamanannya.
Ini berarti, selama kartu masih berfungsi, masa berlakunya dianggap seumur hidup atau lifetime.
Tidak ada ketentuan yang menyatakan kartu harus dinonaktifkan hanya karena sudah digunakan selama 5 atau 10 tahun.
Namun, penting untuk ditekankan: tidak kadaluarsa secara waktu berbeda dengan tidak bisa rusak secara teknis.
Kartu fisik, yang mengandung chip dan antena NFC/RFID, memiliki masa pakai teknis yang terbatas (technical lifespan).
Masa pakai ini sangat bergantung pada kualitas material dan cara pengguna memperlakukannya sehari-hari.
Sumber: Bing Images
Kebijakan Masa Pakai dari Penerbit Utama Kartu
Setiap bank penerbit memiliki klarifikasi resmi yang seragam mengenai isu kadaluarsa kartu e-money ini.
Mereka berfokus pada kondisi fisik dan kemampuan kartu untuk berkomunikasi dengan mesin reader.
1. E-Money Mandiri (E-Toll)
Bank Mandiri menegaskan bahwa kartu E-Money mereka tidak memiliki masa kedaluwarsa waktu.
Jika kartu tidak bisa digunakan, alasannya pasti karena kerusakan fisik pada chip atau antena internal.
Mandiri menjamin bahwa saldo yang ada di dalamnya akan tetap aman dan dapat dipindahkan.
2. Flazz BCA
Flazz BCA, salah satu kartu yang paling banyak digunakan, juga menganut prinsip masa pakai seumur hidup.
BCA memastikan bahwa selama chip di dalam Flazz masih aktif dan dapat dibaca, kartu tersebut valid untuk transaksi.
BCA menyediakan prosedur mudah untuk penggantian kartu Flazz yang rusak tanpa kehilangan saldo.
3. Brizzi BRI dan TapCash BNI
Kedua bank ini juga menerapkan kebijakan yang serupa. Tidak ada tanggal kadaluarsa yang ditetapkan pada kartu fisik mereka.
Fokus penghentian penggunaan hanya terjadi jika kartu mengalami kerusakan serius atau terjadi pemblokiran oleh sistem (misalnya karena terindikasi fraud).
Nasib Saldo E-Money: Apakah Saldo Bisa Hangus Jika Kartu Sudah Tua?
Ini adalah pertanyaan paling krusial yang sering membuat pengguna merasa khawatir.
Kabar baiknya adalah saldo e-money fisik Anda hampir tidak mungkin hangus hanya karena usia kartu atau karena tidak digunakan dalam waktu lama.
Berbeda dengan saldo pulsa atau poin loyalitas yang sering memiliki masa aktif, dana di e-money bersifat stabil.
Dana tersebut adalah uang milik nasabah yang dipegang oleh bank, dan diatur ketat oleh Bank Indonesia.
Saldo hanya dapat hilang atau tidak bisa diakses jika kartu rusak total dan nasabah gagal membuktikan kepemilikannya.
Oleh karena itu, jika Anda menemukan kartu e-money lama di laci, saldonya seharusnya masih utuh dan bisa digunakan.
Sumber: Bing Images
Penyebab Utama Kartu E-Money 'Mati' (Bukan Kadaluarsa Waktu)
Jika kartu Anda tiba-tiba tidak bisa digunakan, itu berarti kartu mengalami kegagalan fungsi, bukan karena sudah waktunya kadaluarsa.
Kegagalan ini dikenal sebagai technical failure, yang dapat dipicu oleh beberapa hal umum:
1. Kerusakan Fisik pada Antena
Antena di dalam kartu (yang bertugas menerima sinyal NFC/RFID) sangat halus dan sensitif terhadap tekanan.
Jika kartu sering tertekuk, terlipat, atau dijadikan alas duduk, antena bisa putus atau rusak.
Antena yang rusak membuat kartu tidak bisa berkomunikasi dengan reader di gerbang tol atau mesin EDC.
2. Kerusakan Chip Kontak
Meskipun kartu e-money nirsentuh (contactless), chip penyimpanan data di dalamnya tetap rentan terhadap guncangan.
Suhu ekstrem, seperti dibiarkan terlalu lama di bawah sinar matahari di dalam mobil, juga dapat mempengaruhi komponen ini.
3. Medan Elektromagnetik
Penyimpanan kartu e-money berdekatan dengan benda-benda yang memancarkan medan magnet kuat, seperti speaker atau kunci magnet, bisa mengganggu chip.
Meskipun kejadiannya jarang, ini bisa menyebabkan kegagalan data sementara atau permanen pada kartu.
Ketika kartu mengalami kegagalan teknis, saldo di dalamnya tidak hilang, hanya saja tidak bisa diakses.
Inilah yang membedakannya secara fundamental dari konsep kadaluarsa pada umumnya.
Prosedur Penyelamatan Saldo Kartu E-Money yang Rusak
Sebagai Jurnalis Senior dan Pakar SEO, kami menekankan pentingnya prosedur penyelamatan saldo.
Banyak pengguna yang panik dan membuang kartu yang tidak berfungsi, padahal saldonya masih bisa diselamatkan.
Langkah 1: Cek Status Kerusakan
Pastikan kartu benar-benar mati (tidak bisa di-top up atau digunakan). Jika hanya kadang-kadang gagal, itu bisa jadi masalah mesin reader.
Langkah 2: Kunjungi Kantor Cabang Bank Penerbit
Kartu e-money yang rusak harus dibawa langsung ke kantor cabang bank penerbit (Mandiri, BCA, BRI, atau BNI) terdekat.
Jangan mencoba memperbaiki kartu sendiri; ini justru bisa menghilangkan garansi penyelamatan saldo.
Langkah 3: Proses Verifikasi Saldo
Petugas bank akan menggunakan alat khusus untuk memindai chip kartu secara internal.
Mereka mencari data saldo terakhir yang terekam sebelum kartu mengalami kerusakan teknis total.
Anda wajib membawa kartu identitas (KTP) untuk membuktikan bahwa Anda adalah pemilik sah kartu tersebut.
Langkah 4: Pemindahan Dana
Setelah saldo terverifikasi, bank akan memproses pemindahan dana. Saldo dapat dipindahkan ke kartu e-money baru yang Anda beli.
Terkadang, bank juga memberikan opsi untuk mentransfer saldo ke rekening tabungan bank yang bersangkutan.
Proses ini mungkin memerlukan waktu tunggu 7 hingga 14 hari kerja, tergantung pada kebijakan dan antrean layanan bank.
Sumber: Bing Images
Perbedaan Esensial dengan E-Wallet (Dompet Digital)
Sebagai penutup, penting untuk membedakan antara e-money berbasis kartu (Mandiri, Flazz) dan dompet digital (e-wallet seperti DANA atau OVO).
E-wallet memiliki akun terdaftar yang terikat pada nomor telepon, bukan perangkat keras.
Beberapa e-wallet mungkin memiliki kebijakan pembekuan atau penutupan akun jika tidak ada aktivitas dalam waktu yang sangat lama (misalnya 1 tahun).
Namun, saldo di kartu e-money fisik tidak terikat pada aktivitas, melainkan pada keutuhan fisik chip-nya.
Jadi, meskipun kartu e-money sudah "tua" dan lama tidak dipakai, saldonya tetap aman, selama Anda merawat fisiknya dengan baik.
Fokuslah pada perawatan kartu agar tidak tertekuk, bukan pada menghabiskan saldo sebelum tanggal tertentu.
Sumber: Bank Indonesia Regulation, Klarifikasi Internal Bank Mandiri (2023)