Mengingat Kembali: Daftar Lengkap Kartu CDMA Apa Saja yang Populer

A

Redaksi

15 January 2026, 17:46 WIB

ADVERTISEMENT
Iklan disini

Era ponsel pintar modern yang didominasi 4G dan 5G sering membuat kita lupa pada masa lalu gemilang teknologi telekomunikasi di Indonesia.

Jauh sebelum 4G LTE merajalela, Code Division Multiple Access (CDMA) pernah menjadi primadona, menawarkan koneksi internet dan suara yang terjangkau.

Kapan teknologi ini muncul? CDMA mulai populer di Indonesia sejak awal tahun 2000-an, menjadi solusi bagi masyarakat yang mencari tarif komunikasi hemat.

Siapa saja operator yang menggunakan teknologi ini? Nama-nama besar seperti Flexi, Esia, StarOne, dan Smartfren adalah pemain utama di pasar ini.

Bagaimana nasibnya kini? Sebagian besar layanan CDMA telah dihentikan, bermigrasi, atau sepenuhnya bertransformasi ke teknologi 4G demi efisiensi frekuensi.

Artikel ini akan menelusuri kembali kartu CDMA apa saja yang pernah merajai pasar dan mengapa mereka akhirnya harus menyerah pada dominasi GSM dan LTE.

Mengapa CDMA Menghilang dari Peredaran?

CDMA adalah teknologi nirkabel yang mengizinkan banyak pengguna berbagi saluran frekuensi yang sama, berkat kode unik untuk setiap komunikasi.

Di Indonesia, CDMA dikenal karena biaya operasional dan tarif retailnya yang secara historis lebih murah dibandingkan rivalnya, GSM.

Namun, era CDMA mulai meredup seiring desakan global untuk mengadopsi teknologi 4G (LTE) yang menawarkan kecepatan data jauh lebih tinggi.

Keterbatasan perangkat CDMA, yang cenderung tidak universal dan kurang fleksibel, juga menjadi faktor penghambat adopsi massal.

Pemerintah Indonesia, melalui regulasi Kominfo, mendorong penataan ulang frekuensi untuk efisiensi spektrum nasional.

Frekuensi yang awalnya digunakan CDMA dipandang lebih optimal jika digunakan untuk memperkuat infrastruktur 4G/LTE yang modern.

Daftar Operator Kartu CDMA Legendaris di Indonesia

Indonesia pernah menjadi rumah bagi sejumlah operator CDMA raksasa. Masing-masing memiliki ciri khas dan basis pelanggan loyal yang tersebar luas.

Inilah kartu-kartu CDMA yang dulu mendominasi pasar, sebelum akhirnya bertransformasi, melakukan merger, atau gulung tikar secara bertahap.

1. Telkom Flexi (PT Telkom)

Flexi adalah pemain paling besar dan dikenal luas di segmen CDMA. Layanan ini diluncurkan oleh PT Telkom, perusahaan telekomunikasi milik negara.

Flexi berhasil menguasai segmen telepon rumah nirkabel (Fixed Wireless Access atau FWA).

Ini memungkinkan pengguna memiliki nomor telepon rumah, namun bisa dibawa kemana-mana layaknya ponsel biasa (meskipun ada batasan area).

Kekuatan utamanya adalah jangkauan sinyal yang sangat luas. Ini didukung oleh infrastruktur Telkom yang sudah mapan di seluruh wilayah Indonesia.

Flexi sangat populer di kalangan UMKM dan keluarga karena tarifnya yang sangat terjangkau untuk panggilan lokal dan interlokal.

Pada akhirnya, Flexi terpaksa menghentikan layanannya dan dipindahkan frekuensinya ke Telkomsel melalui program migrasi ke jaringan 4G.


Sumber: Bing Images

2. Esia (Bakrie Telecom)

Esia menjadi rival berat bagi Flexi. Diperkenalkan oleh Bakrie Telecom (BTEL), Esia menargetkan konsumen yang sangat sensitif harga.

Slogan populer "Murah, Kualitas Oke" membuatnya cepat populer, terutama di kawasan perkotaan dan penyangga kota-kota besar Indonesia.

Esia sangat gencar dalam promosi tarif flat dan telepon gratis ke sesama pengguna, membakar persaingan harga di awal era seluler.

Walaupun gencar berpromosi, Bakrie Telecom menghadapi tantangan utang besar dan kesulitan finansial yang berkepanjangan.

Mereka berusaha keras bermigrasi ke layanan berbasis 4G/LTE, namun upaya tersebut gagal dan layanannya dihentikan pada tahun 2017.

Nama Esia kini hanya tinggal kenangan sebagai operator yang dulu mengubah peta harga komunikasi nasional.

3. Indosat StarOne

Indosat, salah satu raksasa GSM, tidak mau ketinggalan. Mereka meluncurkan layanan CDMA-nya sendiri yang diberi nama StarOne.

StarOne beroperasi di pita frekuensi 800 MHz. Mereka bersaing langsung dengan Flexi dan Esia pada layanan suara, SMS, dan sedikit data.

Meskipun didukung nama besar Indosat, penetrasi pasar StarOne tidak sebesar Flexi dan Esia.

Fokus utama Indosat tetap kuat pada layanan GSM mereka, seperti IM3 dan Mentari, yang lebih menguntungkan saat itu.

StarOne akhirnya ditutup secara bertahap. Frekuensinya diubah untuk meningkatkan kapasitas jaringan 3G dan 4G milik Indosat Ooredoo.

kartu cdma apa saja
Sumber: Bing Images

4. Smartfren (Merger Smart dan Fren)

Inilah operator CDMA yang kisahnya paling menarik. Smartfren adalah satu-satunya yang berhasil bertransformasi total dan eksis hingga kini.

Smartfren adalah hasil dari merger dua operator CDMA sebelumnya, yaitu Smart Telecom dan Mobile-8 (yang dikenal dengan merek Fren).

Setelah merger, Smartfren memposisikan diri sebagai operator yang sangat fokus pada data. Mereka menggunakan teknologi EV-DO Rev. B.

Teknologi EV-DO Rev. B ini memungkinkan koneksi data yang lebih cepat dibandingkan kompetitor CDMA lainnya pada masanya.

Keberhasilan terbesar Smartfren terletak pada visi migrasi penuh dari CDMA ke 4G LTE. Mereka melakukannya dengan agresif dan cepat.

Migrasi ini membutuhkan investasi besar, namun langkah ini memastikan kelangsungan hidup mereka di tengah evolusi jaringan telekomunikasi nasional.

Saat ini, Smartfren dikenal sebagai salah satu penyedia layanan 4G dan 5G yang kuat, mengubur identitas CDMA mereka secara total.

Transisi Krusial: Migrasi Frekuensi dan Era 4G

Matinya layanan CDMA sebagian besar disebabkan oleh keputusan strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Kominfo memutuskan untuk menata ulang (refarming) frekuensi 800 MHz dan 1900 MHz yang ditempati oleh CDMA.

Frekuensi ini dinilai lebih efektif dan efisien jika digunakan untuk mendukung teknologi 4G LTE yang berkapasitas tinggi.

Migrasi massal ini berlangsung sekitar tahun 2014 hingga 2015, memaksa operator CDMA untuk memilih: tutup atau ganti teknologi.

Operator seperti Flexi dan StarOne yang tidak mampu berinvestasi ganti teknologi diminta mengembalikan frekuensinya.

Sementara Smartfren berinvestasi besar untuk mendapatkan lisensi 4G dan menata ulang jaringannya dari awal.

Proses ini memakan waktu dan menimbulkan keluhan dari pelanggan, terutama di daerah yang jangkauan 4G-nya belum matang.

Namun, langkah ini adalah keniscayaan regulasi demi efisiensi spektrum frekuensi nasional dan peningkatan kualitas internet broadband.

Keberhasilan penataan frekuensi ini memungkinkan operator GSM untuk memperkuat sinyal 4G mereka, menghasilkan internet yang lebih cepat saat ini.

Regulasi penataan ulang frekuensi merupakan langkah penting dalam modernisasi telekomunikasi Indonesia. Sumber: Kominfo RI.

kartu cdma apa saja
Sumber: Bing Images

Warisan dan Pelajaran dari Era CDMA

Meskipun teknologi CDMA telah usai, warisannya tetap terasa dalam dinamika industri telekomunikasi Indonesia kontemporer.

CDMA berhasil memperkenalkan konsep layanan telepon nirkabel yang sangat terjangkau, memaksa operator GSM menurunkan harga.

Operator CDMA juga yang pertama kali mendorong persaingan harga yang sangat ketat di segmen data dan telepon seluler.

Pelajaran terpenting dari kisah kartu CDMA adalah pentingnya adaptasi teknologi yang cepat dan visi jangka panjang.

Stagnansi dalam teknologi telekomunikasi adalah hukuman mati. Infrastruktur harus terus berevolusi sesuai permintaan pasar global.

Hanya Smartfren yang berani melakukan investasi total dalam migrasi ke 4G, membuktikan bahwa visi teknologi adalah kunci kelangsungan bisnis.

Mengingat kembali kartu CDMA apa saja yang pernah ada membantu kita menghargai evolusi cepat yang terjadi dalam genggaman kita saat ini.

Dari tarif per detik yang murah hingga kecepatan gigabit 5G, perjalanan telekomunikasi Indonesia adalah kisah adaptasi yang tiada henti.

Kini, persaingan bergeser ke kualitas layanan 4G dan persiapan infrastruktur 5G yang lebih merata.

Era CDMA mungkin sudah berakhir, namun ia meletakkan dasar bagi penetrasi seluler yang masif di negeri ini.

Bagikan:
ADVERTISEMENTIklan disini
Path:Home/Teknologi/Mengingat Kembali: Daftar Lengkap Kartu CDMA Apa Saja yang Populer