Masa Berlaku Kartu eMoney: Benarkah Kartu eMoney Apa Bisa Kadaluarsa?
Redaksi
20 January 2026, 04:44 WIB
- Mitos vs. Fakta Masa Aktif e-Money di Indonesia
- Batasan Fisik Kartu: Fungsi Chip dan Masa Garansi
- Regulasi Bank Indonesia: Saldo Tidak Boleh Hangus
- Bagaimana Jika Kartu Tidak Digunakan Selama Bertahun-tahun?
- Studi Kasus: Flazz, TapCash, Brizzi, dan E-Toll
- Flazz (BCA)
- TapCash (BNI) dan Brizzi (BRI)
- E-Toll (Merek Bersama)
- Perbedaan Antara Kartu Fisik dan Uang Elektronik Server-Based
- Langkah Antisipatif: Menjaga Kartu dan Saldo Anda
- 1. Cek Kondisi Fisik Rutin
- 2. Lakukan Transaksi Minimal
- 3. Dokumentasikan Nomor Kartu
- 4. Segera Hubungi Bank Jika Kartu Rusak
- Kesimpulan Jurnalis: Ketenangan Pengguna e-Money
Apakah kartu e-money yang Anda simpan di dompet bisa kadaluarsa?
Pertanyaan ini sering menghantui pengguna, terutama mereka yang jarang memakainya untuk bertransaksi.
Jawabannya ternyata tidak sesederhana ya atau tidak.
Sebagai Jurnalis Online Senior, kami akan mengupas tuntas fakta di balik masa aktif kartu prabayar, mulai dari Flazz, Brizzi, hingga TapCash.
Kapan, mengapa, dan bagaimana kartu ini berakhir?
Dan yang terpenting, bagaimana nasib saldo Anda jika kartu fisik sudah tidak berfungsi lagi?
Regulasi Bank Indonesia (BI) memegang peran kunci dalam hal ini.
Mitos vs. Fakta Masa Aktif e-Money di Indonesia
Banyak pengguna percaya bahwa kartu e-money memiliki batas kedaluwarsa layaknya kartu debit atau kredit.
Kenyataannya, masa aktif e-money harus dilihat dari dua aspek utama.
Aspek pertama adalah masa berlaku fisik atau physical expiration date.
Aspek kedua adalah status dari saldo elektronik (stored value) di dalamnya.
Dua hal ini diatur secara terpisah oleh penerbit kartu dan regulator.
Batasan Fisik Kartu: Fungsi Chip dan Masa Garansi
Kartu e-money konvensional adalah kartu berbasis chip yang fungsinya mirip uang tunai.
Umumnya, masa pakai kartu fisik ini sangat panjang, bisa mencapai 7 hingga 10 tahun.
Bahkan beberapa kartu sama sekali tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa (expiry date) di permukaannya.
Ini berbeda dengan kartu debit atau kredit yang wajib punya tanggal kadaluarsa.
Meskipun tidak ada tanggal tercetak, kartu fisik memiliki masa garansi teknologi.
Chip dan antena di dalam kartu bisa saja rusak seiring waktu karena faktor penggunaan.
Misalnya, tertekuk, tergores, atau terkena medan magnet kuat.
Jika kartu rusak dan tidak bisa di-tap, itu berarti kedaluwarsa fungsi.
Sumber: Bing Images
Namun, kerusakan ini biasanya ditanggapi penerbit sebagai masalah teknis.
Bukan karena adanya batas waktu penggunaan yang ketat.
Regulasi Bank Indonesia: Saldo Tidak Boleh Hangus
Isu terbesar bukanlah kartu fisik yang rusak, tapi kekhawatiran saldo hangus.
Di sinilah peran Bank Indonesia (BI) sangat vital.
Berdasarkan aturan BI, dana yang tersimpan dalam uang elektronik adalah milik konsumen.
Artinya, saldo tersebut pada dasarnya tidak boleh kedaluwarsa atau hangus.
Ketentuan ini melindungi pengguna dari risiko kehilangan uang jika kartu tidak aktif.
Regulasi ini ditegaskan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait Uang Elektronik.
Penerbit kartu, seperti bank, wajib menjaga saldo tersebut.
Bagaimana Jika Kartu Tidak Digunakan Selama Bertahun-tahun?
Meskipun saldo tidak hangus, kartu yang tidak aktif dalam waktu lama bisa menghadapi masalah lain.
Beberapa penerbit memiliki kebijakan terkait kartu yang sangat pasif (dorman).
Contohnya, kartu yang tidak digunakan sama sekali selama lebih dari lima tahun.
Jika kartu fisik rusak atau hilang saat dorman, proses pemindahan saldo mungkin lebih rumit.
Namun, ini bukan berarti dananya hilang permanen.
Anda harus menghubungi bank penerbit untuk proses penggantian kartu baru atau pengembalian dana.
Sumber: Bing Images
Studi Kasus: Flazz, TapCash, Brizzi, dan E-Toll
Setiap bank memiliki nama produk e-money mereka sendiri, namun basis teknologinya sama.
Mari kita lihat contoh spesifik dari kartu-kartu populer di Indonesia.
Flazz (BCA)
Kartu Flazz BCA dikenal tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang tercetak.
Fungsinya akan terus berjalan selama kondisi fisik kartu masih baik.
Jika chip rusak, saldo bisa dipindahkan ke kartu baru melalui kantor cabang.
Informasi detail ini sering diperbarui di situs resmi BCA.
TapCash (BNI) dan Brizzi (BRI)
Sama seperti Flazz, TapCash dan Brizzi juga tidak memiliki tanggal kedaluwarsa tertulis.
Fokus masa berlaku ada pada ketahanan fisik kartu itu sendiri.
Jika terjadi kerusakan, pemegang kartu harus mendatangi layanan pelanggan.
Tujuannya adalah untuk memproses transfer saldo ke media lain.
E-Toll (Merek Bersama)
Kartu e-Toll adalah istilah umum, seringkali merujuk pada salah satu produk e-money di atas.
Misalnya, e-Toll bisa saja adalah Brizzi atau e-Money Mandiri.
Masa berlakunya mengikuti aturan bank penerbit kartu tersebut.
Perbedaan Antara Kartu Fisik dan Uang Elektronik Server-Based
Penting bagi pengguna untuk membedakan dua jenis uang elektronik.
Jenis pertama adalah Card-Based (kartu fisik yang kita bahas ini).
Jenis kedua adalah Server-Based (e-wallet seperti GoPay, OVO, DANA).
Uang elektronik Server-Based memiliki aturan kedaluwarsa yang berbeda.
Biasanya terkait masa berlaku akun atau saldo promosi yang lebih ketat.
Sementara itu, kartu e-money Card-Based lebih fokus pada fisik kartu.
Inilah yang membuat saldo pada kartu fisik jauh lebih aman dari risiko hangus.
Langkah Antisipatif: Menjaga Kartu dan Saldo Anda
Meskipun saldo e-money dijamin tidak hangus, menjaga kartu tetap aktif adalah kunci.
Ini akan mempermudah proses klaim atau transfer saldo di masa depan.
1. Cek Kondisi Fisik Rutin
Hindari melipat, menggunting, atau menyimpan kartu dekat benda tajam atau panas.
Jaga chip di dalam kartu tetap utuh agar bisa dibaca mesin.
2. Lakukan Transaksi Minimal
Gunakan kartu setidaknya satu kali dalam setahun untuk memastikan kartu tetap aktif.
Walaupun hanya untuk transaksi kecil seperti membayar parkir.
Ini mencegah kartu dianggap dorman oleh sistem bank penerbit.
3. Dokumentasikan Nomor Kartu
Selalu catat atau foto nomor seri kartu e-money Anda.
Nomor ini sangat penting jika Anda harus mengklaim saldo akibat kartu hilang atau rusak.
Sumber: Bing Images
4. Segera Hubungi Bank Jika Kartu Rusak
Jika kartu e-money Anda tiba-tiba tidak bisa terbaca (error saat tapping).
Segera bawa kartu tersebut ke kantor cabang bank penerbit terdekat.
Mereka akan membantu proses pemindahan saldo ke kartu baru.
Proses ini umumnya membutuhkan waktu beberapa hari kerja.
Kesimpulan Jurnalis: Ketenangan Pengguna e-Money
Intinya, kartu e-money fisik seperti Flazz, Brizzi, dan TapCash tidak memiliki tanggal kadaluarsa tertulis.
Masa pakai kartu lebih bergantung pada ketahanan chip dan antena di dalamnya.
Yang paling melegakan, saldo yang Anda simpan dijamin aman.
Berdasarkan regulasi ketat Bank Indonesia, saldo uang elektronik tidak bisa hangus.
Meskipun kartu fisik rusak atau hilang, dana Anda tetap tersimpan di sistem bank.
Pengguna hanya perlu proaktif dalam menjaga kondisi fisik kartu dan tahu kemana harus mengadu.
Dengan demikian, kekhawatiran saldo kadaluarsa bisa dikesampingkan.
E-money tetap merupakan alat pembayaran yang aman dan praktis.
Sumber: Bank Indonesia (PBI Uang Elektronik), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Situs resmi Bank Penerbit (BCA, BNI, BRI).