Hitungan Cermat: Estimasi Keuntungan Harian dari Jualan Franchise

A

Redaksi

07 January 2026, 00:00 WIB

ADVERTISEMENT
Iklan disini

Keputusan untuk terjun ke dunia waralaba selalu didorong oleh harapan akan stabilitas pendapatan dan potensi profitabilitas yang terukur. Dalam bisnis, emosi harus dikesampingkan. Fokus utama kita saat menganalisis peluang investasi adalah satu: Net Profit Margin.

Banyak calon investor terlalu terbuai oleh laporan penjualan kotor (gross sales) yang fantastis. Mereka lupa bahwa angka kotor hanyalah ilusi jika tidak disertai manajemen biaya yang disiplin.

Tujuan kita hari ini bukan sekadar menebak-nebak, tetapi membongkar metodologi yang benar untuk menghitung, bahkan memproyeksikan, estimasi keuntungan harian dari jualan franchise.

Angka harian adalah denyut nadi operasional. Memahami keuntungan harian adalah kunci untuk menentukan apakah model bisnis waralaba yang Anda pilih benar-benar sehat secara finansial.

Memahami Tiga Pilar Keuntungan Harian


Sumber: Bing Images

Sebelum kita menyentuh kalkulator, Anda harus memahami bahwa keuntungan harian adalah hasil dari interaksi tiga pilar fundamental.

Pilar pertama adalah Volume Transaksi. Seberapa banyak unit atau produk yang terjual dalam sehari? Ini adalah faktor yang paling dipengaruhi oleh lokasi dan pemasaran.

Pilar kedua adalah Harga Pokok Penjualan (HPP). Ini menentukan margin kotor per unit. Dalam bisnis franchise makanan, kontrol HPP adalah medan pertempuran utama.

Pilar ketiga, dan sering diabaikan, adalah Biaya Operasional Tetap dan Variabel Harian. Gaji karyawan, listrik, sewa (jika dihitung secara harian), dan biaya royalti harian.

Mengapa Margin Kotor Tidak Sama dengan Keuntungan

Banyak franchisor memberikan proyeksi berdasarkan asumsi margin kotor yang tinggi. Misalnya, jika Anda menjual kopi seharga Rp 20.000 dengan HPP Rp 7.000, margin kotor Anda adalah Rp 13.000.

Jika Anda berhasil menjual 200 gelas, pendapatan kotor harian Anda adalah Rp 4.000.000, dan keuntungan kotor adalah Rp 2.600.000.

Angka Rp 2.600.000 ini BUKAN estimasi keuntungan harian yang sesungguhnya. Itu baru permulaan.

Sebagai investor senior, saya selalu menekankan, keuntungan sejati baru terlihat setelah semua biaya operasional dibayar tuntas.

Mengupas Komponen Biaya Sejati Operasional Franchise

Ilustrasi daftar struktur biaya harian dalam menjalankan waralaba
Sumber: Bing Images

Ini adalah bagian 'daging' dari nasihat ini. Untuk mendapatkan estimasi keuntungan harian dari jualan franchise yang realistis, kita harus mengidentifikasi biaya yang sering tersembunyi.

Perlu diingat, biaya operasional harian terbagi dua: biaya tetap (fixed costs) dan biaya variabel (variable costs).

  1. Biaya Tetap (Fixed Costs): Biaya ini harus Anda keluarkan terlepas dari apakah Anda menjual 1 unit atau 1000 unit.
  2. Biaya Variabel (Variable Costs): Biaya yang berbanding lurus dengan volume penjualan, seperti bahan baku, dan biaya kemasan.

Mari kita rinci biaya tetap yang harus dikonversi ke satuan harian:

  • Biaya Gaji Karyawan: Jika total gaji bulanan Anda Rp 15.000.000, maka biaya harian sekitar Rp 500.000.
  • Biaya Sewa Tempat: Sewa tahunan dibagi 365 hari. Jika sewa Rp 60.000.000/tahun, biaya harian adalah ~Rp 164.000.
  • Biaya Royalti dan Marketing Fee: Umumnya dihitung sebagai persentase dari penjualan kotor harian (misalnya, 5% Royalti + 2% Marketing Fee). Ini adalah variabel, tetapi harus dimasukkan dalam analisis harian.
  • Biaya Utilitas: Listrik, air, dan internet. Ini sering fluktuatif, namun ambil rata-rata harian dari bulan sebelumnya.

Tingginya biaya operasional tetap sering menjadi penyebab utama mengapa unit franchise baru gagal mencapai titik impas (BEP) dengan cepat.

Formula Perhitungan Akurat Estimasi Keuntungan Harian

Setelah Anda memiliki data kotor harian dan total biaya operasional harian, perhitungannya menjadi lugas dan jelas.

Langkah pertama adalah menentukan target penjualan harian yang realistis, yang kita sebut $T$ (Target Transaksi).

Asumsikan Anda menjual produk A dengan harga $P_{A}$ dan HPP $HPP_{A}$.

Formula Dasar Keuntungan Kotor Harian (GPH)

$$GPH = (P_{A} - HPP_{A}) \times T$$

Anggap $T=150$ transaksi, $P_{A} = Rp 30.000$, dan $HPP_{A} = Rp 10.000$.

Maka, $GPH = (30.000 - 10.000) \times 150 = Rp 3.000.000.

Formula Menghitung Estimasi Keuntungan Harian Bersih (NPH)

Sekarang, kita harus mengeliminasi biaya tetap harian ($FC_{H}$) dan biaya variabel non-HPP harian ($VC_{H}$).

Biaya variabel non-HPP adalah biaya royalti dan marketing fee yang dihitung dari total penjualan kotor harian ($S_{H}$).

$$S_{H} = P_{A} \times T = Rp 4.500.000.$$

Jika Royalti (7% dari $S_{H}$), maka $VC_{H} = Rp 4.500.000 \times 0.07 = Rp 315.000.

Asumsikan Total Biaya Tetap Harian ($FC_{H}$): Rp 1.100.000 (Gaji, Sewa, Utilitas).

$$NPH = GPH - (FC_{H} + VC_{H})$$

$$NPH = Rp 3.000.000 - (Rp 1.100.000 + Rp 315.000)$$

Estimasi keuntungan harian dari jualan franchise yang sebenarnya adalah $NPH = Rp 1.585.000$.

Angka ini jauh lebih jujur dan berfungsi sebagai basis operasional Anda. Ini adalah ‘keuntungan daging’ yang bisa Anda bawa pulang.

Memaksimalkan dan Mengoptimalkan Margin Keuntungan

Ilustrasi strategi bisnis untuk meningkatkan margin keuntungan harian franchise
Sumber: Bing Images

Sebagai mentor, saya selalu menyarankan untuk tidak terpaku pada satu angka. Fokuslah pada faktor-faktor yang bisa Anda kendalikan untuk menaikkan estimasi keuntungan harian dari jualan franchise.

Ada dua jalur utama untuk meningkatkan NPH: Menaikkan Pendapatan atau Menurunkan Biaya.

Meningkatkan Pendapatan (Strategi Sales Uplift)

Peningkatan pendapatan tidak selalu berarti menaikkan harga. Strategi yang lebih cerdas adalah melalui upselling dan bundling.

Sistem operasional yang efisien harus mendorong karyawan untuk selalu menawarkan produk tambahan atau paket kombo yang meningkatkan rata-rata nilai transaksi (Average Transaction Value).

Kenaikan AUV sebesar 10% dapat secara dramatis mengubah perhitungan estimasi keuntungan harian Anda, tanpa menambah biaya tetap yang signifikan.

Inilah yang membedakan franchisee sukses dari yang biasa saja. Kontrol biaya memerlukan ketelitian dan negosiasi yang keras.

Fokuslah pada HPP. Bahkan penurunan HPP sebesar 2% dapat menghasilkan penghematan besar ketika volume transaksi harian tinggi.

Kedisiplinan dalam manajemen stok adalah kunci.

Food cost (biaya bahan baku) yang terbuang karena inventaris yang buruk adalah kerugian langsung terhadap keuntungan harian Anda.

Selalu pertimbangkan opsi untuk menghemat utilitas, terutama listrik. Penggunaan perangkat hemat energi dan penjadwalan operasional yang ketat akan memangkas $FC_{H}$ Anda.

Seorang investor yang bijak akan rutin melakukan audit internal untuk memastikan semua kebocoran biaya tertutup rapat.

Analisis Sensitivitas Keuntungan

Anda harus selalu melakukan analisis sensitivitas. Apa yang terjadi pada estimasi keuntungan harian dari jualan franchise Anda jika terjadi perubahan mendadak?

Misalnya, harga bahan baku utama (HPP) naik 15%, atau sebaliknya, volume penjualan turun 20% karena ada kompetitor baru.

Analisis ini membantu Anda menetapkan buffer keuangan yang kuat dan menentukan harga jual minimum yang masih dapat menutupi biaya operasional (Break-Even Selling Price).

Jangan pernah berasumsi bahwa kondisi pasar akan selalu stabil. Pasar selalu bergerak, dan perencanaan Anda harus mencerminkan dinamika tersebut.

Keberhasilan dalam franchise sering kali adalah tentang penguasaan detail operasional yang membosankan ini.

Kesimpulan: Keuntungan Harian Adalah Disiplin, Bukan Keberuntungan

Kita telah membongkar lapisan demi lapisan untuk mendapatkan angka yang jujur. Angka yang Anda dapatkan setelah memotong semua biaya tetap, variabel non-HPP, dan HPP itu sendiri, itulah profit Anda.

Mendapatkan estimasi keuntungan harian dari jualan franchise bukanlah teka-teki. Ini adalah hasil dari disiplin keuangan yang ketat, kontrol inventaris yang efisien, dan fokus yang tidak goyah pada margin bersih.

Investasi yang matang memerlukan pemahaman mendalam tentang setiap rupiah yang masuk dan keluar dari kas harian Anda. Hanya dengan begitu, pertumbuhan bisnis Anda dapat berkelanjutan dan benar-benar menguntungkan.

Ingat, tugas Anda bukan hanya menjual, tetapi memastikan bahwa setiap transaksi menghasilkan margin yang sehat setelah semua kewajiban operasional terpenuhi.

Bagikan:
ADVERTISEMENTIklan disini
Path:Home/Franchise/Hitungan Cermat: Estimasi Keuntungan Harian dari Jualan Franchise