Digitalisasi Pembayaran: Pilihan Kartu Busway Apa Saja di Jakarta

A

Redaksi

13 January 2026, 22:27 WIB

ADVERTISEMENT
Iklan disini

**OPINI JURNALISME ONLINE**

Mobilitas warga di Ibu Kota Jakarta kian hari semakin menuntut efisiensi tinggi. Transjakarta (TJ) menjadi tulang punggung utama transportasi publik.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: kartu busway apa saja yang sah digunakan untuk membayar tiket?

Sistem pembayaran nontunai adalah harga mati. Pengguna wajib memiliki kartu uang elektronik untuk dapat mengakses seluruh koridor Busway.

Kami merangkum daftar lengkap enam kartu resmi yang diterima di gerbang otomatis halte Transjakarta, sekaligus panduan praktis penggunaannya.

Informasi ini sangat vital untuk mencegah penolakan (error) saat tap-in dan memastikan perjalanan Anda berjalan lancar.

Kartu Busway Resmi: Daftar Lengkap Enam Uang Elektronik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transjakarta telah menetapkan enam jenis kartu uang elektronik (UE) yang diakui secara resmi.

Keenam kartu ini berasal dari berbagai bank besar yang bekerja sama dalam sistem integrasi pembayaran transportasi publik.

Keberagaman kartu ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan aksesibilitas maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat Jakarta.

Pengguna dapat memilih kartu yang paling mudah mereka akses atau yang paling sering mereka gunakan untuk keperluan harian.

1. Kartu Uang Elektronik Dominasi Bank BUMN dan Swasta

Empat dari enam kartu yang diterima adalah produk perbankan nasional, meliputi bank milik negara (BUMN) dan bank swasta terbesar.

Ini mencerminkan upaya kolaborasi masif antara sektor keuangan dan sektor transportasi di DKI Jakarta.

1. e-Money (Bank Mandiri).

Kartu ini adalah salah satu yang paling populer dan mudah ditemukan. e-Money dapat dibeli di stasiun, minimarket, hingga ATM.

2. Brizzi (Bank Rakyat Indonesia/BRI).

Brizzi milik BRI juga diterima di seluruh halte Busway. Pengisian ulangnya kini semakin mudah melalui aplikasi BRImo atau mesin EDC.

3. Flazz (Bank Central Asia/BCA).

BCA ikut serta dengan kartu Flazz. Kartu ini dikenal memiliki kecepatan transaksi yang sangat baik saat digunakan.

4. TapCash (Bank Negara Indonesia/BNI).

TapCash melengkapi jajaran kartu bank BUMN. Semua kartu ini memiliki fungsi dan tarif yang sama di sistem Transjakarta.


Sumber: Bing Images

Keempat kartu ini, selain untuk Transjakarta, juga dapat digunakan untuk pembayaran tol, KRL Commuter Line, dan MRT Jakarta.

2. Kartu Spesifik untuk Integrasi Jakarta

Dua kartu sisanya adalah produk yang secara spesifik dirancang untuk ekosistem transportasi dan rekreasi di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta.

5. JakCard (Bank DKI).

JakCard adalah kartu multifungsi yang diterbitkan oleh Bank DKI. Ini adalah kartu yang sering diidentikkan dengan Transjakarta.

Selain busway, JakCard bisa digunakan untuk akses ke tempat rekreasi seperti Monas, Ragunan, atau Ancol. Ini menambah nilai fungsionalnya.

6. Kartu JakLingko.

JakLingko adalah kartu kunci menuju integrasi multimodus di Jakarta. Kartu ini sangat penting bagi komuter sejati.

Dengan JakLingko, Anda bisa menikmati tarif integrasi maksimal Rp 10.000, meskipun berpindah dari Transjakarta ke MRT atau LRT.

Syaratnya, perpindahan moda transportasi tersebut harus dilakukan dalam periode waktu tertentu yang sudah ditetapkan oleh operator.

Aturan Wajib: Saldo Minimum dan Tarif Flat Busway

Menggunakan salah satu dari enam kartu di atas belum cukup. Ada aturan saldo minimum yang harus dipatuhi pengguna sebelum menaiki Busway.

Ini adalah mekanisme sistem untuk menjamin ketersediaan dana saat Anda melakukan perjalanan dari awal hingga akhir.

1. Saldo Minimum Rp 5.000.

Saat Anda melakukan tap-in di gerbang halte, kartu Anda harus memiliki saldo minimal Rp 5.000.

Jika saldo Anda di bawah ambang batas ini, gerbang otomatis akan menampilkan pesan "Saldo Kurang" dan menolak transaksi.

Tarif dasar Transjakarta adalah flat Rp 3.500. Jadi, saldo Rp 5.000 adalah batas aman untuk memastikan transaksi berhasil.

2. Wajib Tap-Out.

Meskipun tarif Transjakarta bersifat flat (rata), Anda diwajibkan melakukan tap-out saat keluar dari halte tujuan.

Lupa tap-out akan membuat kartu Anda terblokir sementara. Hal ini berpotensi mengganggu perjalanan selanjutnya.

Tap In dan Tap Out di Gerbang Transjakarta
Sumber: Bing Images

Tap-out berfungsi sebagai validasi perjalanan dan data. Ini penting untuk perhitungan statistik pengguna dan perencanaan rute.

Jangan pernah meninggalkan halte tanpa memastikan Anda telah berhasil melakukan tap-out dengan benar.

Pentingnya Integrasi: Mengapa Transjakarta Melarang Tunai?

Sejak lama Transjakarta secara tegas menolak pembayaran tunai di dalam halte. Keputusan ini didasarkan pada visi jangka panjang kota pintar (Smart City).

Pembayaran nontunai memberikan beberapa keuntungan signifikan, baik bagi operator maupun bagi penumpang.

1. Kecepatan Layanan.

Pembayaran menggunakan kartu jauh lebih cepat dibandingkan transaksi tunai. Ini meminimalisir antrean panjang di gerbang masuk.

2. Akurasi Data.

Setiap tap kartu terekam dalam sistem. Data ini akurat digunakan untuk analisis pola pergerakan penumpang dan kebutuhan armada.

3. Menghindari Kriminalitas.

Sistem nontunai mengurangi risiko penyelewengan dana atau tindak kriminalitas yang melibatkan uang fisik.

Penggunaan kartu uang elektronik adalah standar global yang diterapkan oleh sistem transportasi publik modern di berbagai kota besar dunia.

Ke depan, sistem pembayaran diprediksi akan semakin fleksibel, termasuk kemungkinan integrasi penuh dengan dompet digital (e-wallet) atau QRIS.

Namun, saat ini, enam kartu fisik yang telah disebutkan tetap menjadi metode pembayaran paling andal dan utama di Busway.

Solusi Kartu Terblokir dan Penanganan di Loket

Masalah yang paling sering dihadapi pengguna adalah kartu yang terblokir (blocked). Ini biasanya terjadi karena lupa tap-out di perjalanan sebelumnya.

Saat kartu terblokir, gerbang akan menolak akses Anda, dan Anda tidak dapat melanjutkan perjalanan Transjakarta.

Jangan cemas. Solusinya sangat sederhana dan cepat. Anda hanya perlu mendatangi petugas loket yang ada di halte tersebut.

Setiap halte Transjakarta, terutama yang besar, dilengkapi dengan mesin khusus untuk membuka blokir kartu (unblock card).

Sampaikan keluhan Anda. Petugas akan melakukan reset data pada kartu tersebut, dan kartu akan aktif kembali dalam hitungan detik.

Pastikan Anda tidak mencoba melakukan tap berulang kali jika kartu sudah gagal, karena ini justru memperparah kondisi blokir.

Membiasakan diri untuk selalu memeriksa saldo dan memastikan tap-out adalah kunci agar perjalanan Anda selalu mulus dan bebas hambatan.

Petugas Transjakarta Membantu Penumpang di Halte
Sumber: Bing Images

Kesimpulan: Pilih Satu dari Enam Kartu

Sebagai kesimpulan, pengguna Transjakarta kini disuguhkan enam opsi kartu uang elektronik yang valid. Semua kartu ini setara fungsinya.

Baik itu e-Money, Brizzi, Flazz, TapCash, JakCard, maupun JakLingko, semuanya dapat mengantar Anda berkeliling Ibu Kota.

Hal terpenting adalah menjaga saldo tetap di atas Rp 5.000 dan disiplin melakukan tap-in serta tap-out yang benar.

Dengan persiapan yang matang mengenai kartu yang digunakan, pengalaman menggunakan Busway akan menjadi lebih nyaman dan efisien.

Sistem transportasi publik Jakarta terus berevolusi. Pastikan Anda selalu mengikuti perkembangan terbaru dari operator resmi.

Sumber: PT Transjakarta / Bank Indonesia

Bagikan:
ADVERTISEMENTIklan disini
Path:Home/Teknologi/Digitalisasi Pembayaran: Pilihan Kartu Busway Apa Saja di Jakarta