Apa kartu Flazz bisa untuk tol? Cek Aturan Pembayaran E-Toll Terbaru.
Redaksi
20 January 2026, 23:37 WIB
Banyak pengguna Bank Central Asia (BCA) sering mempertanyakan apakah kartu multifungsi Flazz yang mereka miliki bisa digunakan untuk membayar tarif di Gerbang Tol Otomatis (GTO).
Jawaban atas pertanyaan ini cukup jelas: saat ini, kartu Flazz BCA TIDAK dapat digunakan sebagai instrumen pembayaran di seluruh ruas jalan tol di Indonesia.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh regulasi tunggal uang elektronik yang ditetapkan pemerintah sejak kewajiban non-tunai di jalan tol berlaku penuh.
Sebagai seorang Jurnalis Online Senior dan Pakar SEO, kami akan mengupas tuntas mengapa Flazz tidak masuk dalam ekosistem pembayaran tol dan apa saja kartu yang diterima.
Mengapa Flazz BCA Tidak Bisa Digunakan di Gerbang Tol?
Pada dasarnya, Gerbang Tol Otomatis di Indonesia beroperasi di bawah standar sistem pembayaran yang telah disepakati dan diatur oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Kebijakan non-tunai di tol diwajibkan penuh sejak 31 Oktober 2017. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi pembayaran.
Saat implementasi, pemerintah, melalui BPJT dan Bank Indonesia, menetapkan bahwa hanya beberapa produk uang elektronik yang kompatibel dengan infrastruktur pembaca kartu di GTO.
Sumber: Bing Images
Kartu-kartu yang diterima adalah produk e-money yang dikeluarkan oleh bank BUMN (Himbara) yang memiliki sistem teknologi terintegrasi dengan perangkat di setiap gardu tol.
Meskipun Flazz BCA adalah produk uang elektronik terbesar kedua di Indonesia, secara teknis, sistem ini memiliki format dan protokol komunikasi yang berbeda.
Perbedaan protokol ini yang menjadi penghalang utama. Pembaca kartu di gerbang tol dirancang untuk mengenali spesifikasi tertentu.
Sistem yang digunakan Flazz, meskipun sangat canggih untuk transportasi publik dan ritel, belum diintegrasikan ke dalam ekosistem tol yang sangat spesifik.
Regulasi ini sempat menjadi perdebatan panjang. Namun, fokus pemerintah saat itu adalah memastikan kecepatan transaksi dan meminimalkan masalah kompatibilitas.
Jika terlalu banyak jenis kartu yang diizinkan, risiko kegagalan baca (error reading) akan meningkat drastis, menyebabkan antrean panjang.
Oleh karena itu, Flazz BCA saat ini tetap fokus pada layanan pembayaran non-tunai di luar sektor jalan tol, seperti MRT, Transjakarta, dan berbagai merchant ritel.
Daftar Kartu Uang Elektronik yang Diterima di Tol
Untuk menghindari kebingungan dan memastikan perjalanan Anda lancar, penting untuk mengetahui kartu e-money mana saja yang dijamin diterima di seluruh GTO.
Kartu-kartu ini merupakan hasil kolaborasi antara BPJT Kementerian PUPR dengan sejumlah bank besar yang infrastrukturnya sudah teruji.
Ada tiga kartu utama yang saat ini dominan dan wajib dimiliki oleh pengguna jalan tol, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera.
1. e-Money Mandiri
Kartu ini adalah pelopor dan yang paling banyak digunakan. Dikeluarkan oleh Bank Mandiri, e-Money hampir selalu tersedia di seluruh gerbang tol utama.
Kompatibilitasnya dengan sistem GTO sangat tinggi, menjadikannya pilihan utama bagi para komuter maupun pelancong antar kota.
2. BNI TapCash
TapCash, yang diterbitkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI), juga merupakan kartu yang sepenuhnya kompatibel dan diterima di semua ruas jalan tol.
TapCash sering menjadi alternatif bagi pengguna BNI yang ingin memanfaatkan saldo mereka untuk kemudahan di perjalanan.
3. BRIZZI
Kartu uang elektronik dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini melengkapi trio kartu Himbara yang diizinkan beroperasi di jalur tol.
Sama seperti dua kartu lainnya, BRIZZI dapat digunakan tanpa masalah di semua GTO, baik di jalur reguler maupun jalur khusus e-money.
Sumber: Bing Images
Tantangan Masa Depan: Integrasi Sistem dan Multi-Platform
Meskipun saat ini Flazz BCA masih di luar ekosistem tol, tren pembayaran digital terus bergerak menuju integrasi multi-platform yang lebih luas.
Regulasi yang ketat di sektor tol didasarkan pada kebutuhan akan kecepatan dan keandalan yang ekstrem, terutama pada jam-jam sibuk.
Namun, inovasi pembayaran, seperti sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) yang sedang diuji coba, berpotensi mengubah lanskap pembayaran tol secara fundamental.
Sistem MLFF memungkinkan pembayaran dilakukan tanpa harus berhenti (nirkontak) melalui teknologi seperti GNSS (Global Navigation Satellite System).
Jika MLFF diterapkan secara nasional, fokus pembayaran mungkin bergeser dari kartu fisik menuju aplikasi atau dompet digital yang terhubung ke nomor kendaraan.
Dalam skenario ini, peluang Flazz atau bahkan BCA untuk berpartisipasi dalam pembayaran tol mungkin akan terbuka lebih lebar.
Transisi ini tentu memerlukan investasi teknologi yang masif dan perubahan kebijakan yang signifikan dari pihak regulator dan operator jalan tol.
Namun, hingga kebijakan MLFF benar-benar resmi berlaku, pengguna jalan tol wajib membawa kartu e-money dari Himbara.
Penggunaan kartu yang tepat memastikan kelancaran arus lalu lintas dan menghindari denda akibat kegagalan pembayaran di gerbang.
Kesalahan memilih kartu tidak hanya merugikan pengguna, tetapi juga menghambat pengguna lain yang berada di belakang antrean GTO.
Memaksimalkan Fungsi Flazz BCA di Kehidupan Sehari-hari
Meskipun tidak bisa untuk tol, fungsi kartu Flazz BCA sangatlah luas dan menjadikannya salah satu uang elektronik paling serbaguna di perkotaan.
Flazz dapat digunakan untuk pembayaran di lebih dari 100.000 merchant ritel, termasuk supermarket, pom bensin, dan gerai makanan cepat saji.
Flazz juga merupakan alat pembayaran utama untuk berbagai moda transportasi publik di Jakarta, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT.
Kemudahan pengisian ulang (top-up) melalui aplikasi mobile BCA atau ATM juga menjadi keunggulan tersendiri yang membuat Flazz tetap relevan.
Oleh karena itu, bagi pengguna BCA, memiliki Flazz sangatlah berguna, namun pastikan Anda juga membawa e-money dari Mandiri, BNI, atau BRI untuk perjalanan jarak jauh via tol.
Sumber: Bing Images
Sistem MLFF: Harapan Baru di Gerbang Tol
Adopsi teknologi MLFF di Indonesia akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembayaran non-tunai di jalan tol.
Sistem ini menghilangkan kebutuhan akan gardu tol fisik, yang secara otomatis juga meniadakan kebutuhan untuk menempelkan kartu.
Pengguna hanya perlu memastikan saldo mereka di dompet digital atau aplikasi yang terdaftar mencukupi saat melintasi ruas tol.
Ini berarti, alih-alih kompatibilitas kartu fisik, yang akan diperhitungkan adalah kompatibilitas platform pembayaran digital.
Jika BCA berhasil mengintegrasikan sistem pembayarannya ke dalam platform MLFF yang disetujui, maka secara tidak langsung, dana dari Flazz bisa digunakan untuk tol.
Namun, proyek ini masih dalam tahap awal. Hingga ada pengumuman resmi dari BPJT, aturan saat ini tetap berlaku tegas.
Kesimpulannya, saat ini kartu Flazz BCA murni tidak bisa digunakan untuk pembayaran di Gerbang Tol Otomatis.
Pastikan saldo Anda mencukupi di kartu e-money Mandiri, BNI TapCash, atau BRIZZI sebelum memasuki jalan bebas hambatan.
Ini adalah langkah proaktif terbaik untuk menghindari kemacetan dan masalah teknis saat bertransaksi di GTO.
***
Sumber: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Bank Indonesia, dan Analisis Internal Keuangan Digital.