fb

Persiapan memulai usaha harus disiapkan secara matang. Motif-motif memulai bisnis (usaha) memang beragam. Ada yang ingin meneruskan usaha keluarga; ada yang mau coba-coba; ada yang memang harus memulai bisnis; ada juga karena kepepet karena tidak diterima di perusahaan manapun atau juga karena di-PHK.

persiapan memulai usaha

persiapan memulai usaha

Dari pengalaman-pengalaman kami dengan orang-orang yang mendirikan perusahaan, kami mendapat beberapa poin, yang perlu kami sampaikan kepada Anda. Kami harap ini bisa menolong atau paling tidak sedikit banyak dapat memberikan gambaran tentang apa yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan kalau memulai bisnis dalam bentuk formal.Tentu, banyak aspek-aspek yang patut Anda pertimbangkan; kami hanya menyoroti beberapa poin saja, khususnya saat sebelum persiapan memulai usaha secara serius sehingga Anda tidak terjebak pada kesalahan-kesalahan para pengusaha pemula.

Berikut adalah poin-poin yang perlu Anda pelajari sebagai persiapan memulai usaha, yang kami petik dari pengalaman memberikan konsultasi kepada pelanggan-pelanggan kami.

Pertama, memilih bidang usaha. Kami menyarankan agar Anda tidak sekedar mengikuti tren dalam memilih bidang usaha. Sering orang hanya mengikuti tren. Di satu sisi, ada benarnya. Namun, hampir setiap sektor bisnis selalu berkaitan dengan sektor lain. Tidak ada bisnis yang dapat berdiri sendiri. Selalu ada yang menghubungkan antara sektor yang satu dengan yang lain. Rantainya mungkin pajang; bisa juga pendek. Jadi, Anda jangan terjebak pada pilihan bisnis yang paling menguntungkan.

Pemilihan bidang usaha bukan pada bisnis apa yang menguntungkan atau tidak menguntungkan, tetapi bidang usaha apa yang paling efektif dan produktif buat Anda untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Jadi, apa  kriterianya? Pertama, tanyakanlah pada diri Anda- bidang apa yang paling sesuai dengan bakat, talenta dan kemampuan Anda. Selalu ada bidang yang Anda sukai dan ini terkait dengan bakat dan talenta Anda. Anda akan lebih efektif dan produktif bila Anda memilih bidang usaha yang dapat menampung bakat dan talenta Anda. Percayalah. Anda akan sangat menyukai pekerjaan yang Anda pilih, yaitu pekerjaan yang sesuai dengan karunia-karunia yang ada dalam diri Anda.

Persiapan Memulai Usaha: “Pilihlah bidang usaha di mana bakat dan talenta anda dapat berkembang sehingga anda lebih efektif dan produktif bagi masyarakat.”

Ada alasan mengapa Anda harus memulai dari sana. Pertama, Anda dilahirkan dengan tujuan tertentu. Anda eksis dengan harapan Anda dapat mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari buat Anda. Anda tidak dihadirkan tanpa tujuan yang tidak jelas. Ada maksud dari ‘Langit’ untuk Anda dan salah satu adalah pekerjaan Anda. Pekerjaan Anda menyita hampir 1/3 dari waktu Anda. Jadi, pekerjaan merupakan salah satu aktifitas yang perlu Anda pertimbangkan secara serius.

Kedua, bakat dan talenta Anda dapat berkembang di bidang itu. Anda hanya membuang-buang waktu Anda bila Anda mengerjakan pekerjaan tertentu, tetapi bakat dan talenta Anda tidak berkembang. Kemungkinan besar Anda akan stres. Anda bisa mengeluh di pekerjaan Anda. Anda mungkin mendapat gaji tinggi, tetapi jiwa Anda merana. Ini bukan pekerjaan yang direncanakan ‘Langit’ buat Anda. Rohani harus berkembang, tetapi bakat Adan talenta Anda juga harus semakin berkembang dan makin  tajam.

Misalnya, Anda memilih bidang pertanian sebagai bidang usaha Anda. Anda masih perlu bertanya, pertanian apa secara spesifik yang mau Anda geluti? Padi, jagung, buah, kopi, kemiri, bawang putih, bawang merah, cabai, atau yang lainkah? Ini perlu dipertimbangkan.

Anda masih akan memilih sub sektor dari pertanian yang akan Anda geluti. Misalnya, apakah Anda akan menjual alat-alat yang digunakan di bidang pertanian atau jasa transportasi hasil-hasil pertanian, atau penampungan hasil-hasil pertanian, atau yang lain? Atau Anda memilih sisi marketing, produksi, penjualan, atau penasihat di bidang pertanian. Jadi, begitu banyak bidang dan sub bidang dalam sebuah bidang usaha bila Anda mau memulai usaha.

Kedua, memilih nama usaha Anda. Pernah salah satu pelanggan kami membuat nama dalam bahas daerahnya. Saya geli membaca nama perusahaannya. Ia membuat nama perusahaannya yang hanya dimengerti oleh satu suku tertentu. Kalau Anda bertanya kepada Jack Trout, penulis buku The New Positiining, konsultan bisnis yang sangat dikenal, ia pasti geleng-geleng kepala.

Memberi sembarangan nama kepada usaha Anda berarti Anda ikut serta memberi kontirbusi kepada kegagalan usaha Anda. Nama usaha itu penting. Orang yang akan menghuni surga juga dipanggil sesuai nama. Kuasa Langit aja mementingkan nama. Ini bisa jadi model untuk memilih nama usaha Anda. Jadi, hati-hati memberi nama untuk usaha Anda. Pilih nama yang baik dan menjual.

Bila Anda mau tahu seperti apa nama yang menjual? Ini contohnya: Microsoft, Pondok Indah, Nyiur Hijau, Jati Bening, Bukit Golf dan ribuan nama menarik dan menjual lainnya. Hindari nama-nama seperti Jati Kramat, Rawon Setan, dan nama yang tidak menarik didengar di telinga.

Silahkan Anda berkreasi membuat nama perusahaan Anda. Usahakanlah agar nama usaha Anda menggambarkan bidang usaha yang akan Anda kerjakan. Misalnya, bila Anda bergerak dalam tranportasi barang baik lewat darat atau udara, Anda bisa memilih nama seperti Banyu Mili Ekspres.

Sekarang, nama perusahaan dengan dua kata sudah hampir sulit dipesan di Departemen Hukum dan HAM. Anda harus menyiapkan nama dengan tiga kata. Anda siapkanlah dua atau tiga nama sehingga bila nama yang satu ditolak, nama lain masih bisa dipakai.

Ketiga, tentukan berapa modal usaha Anda. Bagi Anda yang mau memulai usaha dengan pakai nama PT, modal bisa dimulai dari Rp51 juta sampai Miliaran rupiah. Pemerintah telah membuat klasifikasi usaha dengan menyebut kelas mikro, kecil, menengah, dan besar. Kelas mikro adalah usaha dengan modal samapi dengan Rp50 juta. Kelas kecil dimulai dengan modal Rp51 juta sampai dengan Rp500 juta; kelas menengah, di atas Rp500 juta sampai dengan Rp10 Miliar; kelas besar, di atas Rp10 Miliar.

Keempat, tentukan siapa pemegang saham Anda. Kecuali usaha Anda adalah usaha perorangan, Anda harus bermitra dengan orang lain dan orang lain itu tidak bisa dengan isteri Anda sendiri. Kadang ada juga yang mau menyertakan isteri menjadi pemegang saham. Bila Anda mau memilih langkah ini, Anda tetap harus memerlukan orang ketiga dalam pemegang saham.  Jumlah saham Anda tentukan sesuai dengan kesepakatan dengan mitra Anda. Ada pengusaha yang memiliki hampir 99% saham perusahaan dan memberikan hanya satu persen kepada mitranya. Ini diperbolehkan.  Demikian ulasan kami tentang persiapan memulai usaha